Mengelola Keuangan Keluarga dan Bisnis – Sebagai ibu rumah tangga yang juga menjalankan bisnis, kemampuan untuk mengelola keuangan keluarga menjadi kewajiban utama. Sayangnya bagi yang belum berpengalaman, seringkalli pengelolaan keuangan keluarga dan bisnis dicampur-adukkan. Hasilnya disetiap akhir bulan tetap saja “tekor” bahkan seringkali bingung, lho kemana ya keuntungan hasil berbisnis yang sebenarnya diatas kertas, dibuku catatan jumlahnya cukup lumayan, tapi kok tidak kelihatan ya wujudnya.
Mengelola keuangan keluarga dan bisnis sebenarnya tidak harus dilakukan secara njelimet layaknya akuntan perusahaan besar. Hal yang penting adalah KEDISIPLINAN untuk MEMISAHKAN SECARA FISIK, antara uang bulanan keluarga dan uang keuntungan bisnis Anda. Jangan pernah mencampur adukkannya. Simpan keduanya pada dua rekening tabungan yang berbeda. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah secara DISIPLIN pula untuk TIDAK MENGGUNAKAN masing-masing rekening untuk hal yang bukan peruntukannya. Maksudnya begini, jangan menggunakan uang bulanan keluarga untuk membeli stock jualan atau sebaliknya, jangan gunakan keuntungan bisnis untuk mengisi listrik atau membayar tagihan bulanan rumah tangga lainnya. Apabila memang terpaksa dilakukan, maka harus dilakukan dengan komitmen penuh untuk mengembalikannya di akhir bulan. Catatlah penggunaan rekening yang bukan untuk peruntukannya sebagai hutang. Tapi, sebisa mungkin hindari hal ini, sebab sekali terbiasa menggunakannya seringkali menjadi kebiasaan. Mengelola keuangan keluarga dan bisnis memang membutuhkan kedisiplinan yang tinggi. Jangan mudah untuk mengganggap mudah menggunakan uang bulanan keluarga untuk bisnis, karena bisa-bisa sebelum akhir bulan, kamu sudah kehabisan uang.
Selain secara disiplin memisahkan fisik dan penggunaan kedua dana yang Anda kelola, maka hal penting lain dalam mengelola keuangan keluarga dan bisnis adalah menentukan secara tepat pos-pos pengeluaran secara tepat. Pastikan pos-pos pengeluaran untuk keuangan bulanan keluarga dan disiplinlah menggunakannya. Bila ada kelebihan jangan langsung dikonsumsi tetapi simpanlah. Untuk keuntungan dari bisnis, tetapkan juga pos-pos penggunaannya. Anda bisa menentukan misalnya 20% untuk disimpan, 50% untuk digunakan kembali untuk bisnis, 10% untuk sedekah dan sisanya untuk cadangan keperluan khusus. “Ah keuntungan bisnisnya juga masih kecil kok, repot amat sih dipisah-pisah begitu”. Nah, untuk bisa mengelola keuangan keluarga dan bisnis dengan baik maka Anda harus disiplin menetapkan pos-pos penggunaan dan mengelolanya dengan tepat.
Catatlah setiap pengeluaran dan penggunaan dana agar Anda bisa mengevaluasi keakuratan pengelolaan Anda.